Penggunaan Metode Bahtsul Masail dalam Maningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Santri
DOI:
https://doi.org/10.58737/jpled.v4i4.1268Keywords:
Metode Bahtsul Masail Berpikir Kritis, SantriAbstract
Penelitian ini marupakan salah satu upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Fokus yang menjadi kajian utama pada penelitian ini ada dua, yaitu (1) Apakah penggunaan metode Bahtsul Masail dapat meningkatkan kemampuan berpikir Kritis santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan? (2) Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri melalui metode Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan? Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui sejauh mana keefektifan penggunaan metode Bahtsul Masail dalam membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri dan juga untuk mengatahui faktor- faktor penghambat dan pedukungnya. Dalam penelitian ini ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang mana hasil penelitian yang di peroleh berupa data deskriptif, sumber data dari penelitian ini adalah ketua biro bahtsul masail, Pembina lajnah bahtsul masail, dan juga santri, prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, adapun analisis data di lakukan dengan cara deskriptif kualitatif dengan mereduksi data, penyajian data, dan memverifikasi data yang di peroleh sedangkan untuk memvalidkan data hasil penelitian yang di peroleh peneliti melakakan pengecekan keabsahan data melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, trianggulasi dan Uraian yang terperinci. Dari hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan bahwa: 1) kemampuan berpikir Kritis santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, berjalan dengan baik dan efektif, terbukti langkah yang diambil oleh ustadz untuk menerapkan metode Bahtsul Masail mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. 2) peningkatan kemampuan berpikir kritis santri juga di dukung dengan adanya sarana media pembelajaran yang cukup memadai di pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan dan adanya minat belajar santri yang relatif tinggi dalam menempuh pelajaran demi meningkatkan kemampuan berpikir kritis dari yang sebelumnya. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di pondok pesantren miftahul ulum bettet pamekasan dengan menggunakan metode bahtsul masail, walaupun dalam penerapan metode bahtsul masail ini ada factor pendukung dan penghambatnya namun metode ini sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di pondok pesantren miftahul ulum bettet pamekasan.
Downloads
References
Al-Walidah, “Tabayyun di era generasi millennial”, Jurnal Living Hadi,. Vol. 1 No. 2, 2017.
Efendi, E., “Tabayyun dalam jurnalistik”, Jurnal Komunikasi dan Kajian Islam, No. 3 th.III, 2016.
Jafar, I., “Konsep Berita dalam Alquran (implikasinya dalam sistem pemberitaan di media sosial)”, Jurnalisa, Vol.1 No. 3, 2017.
Ahmad Zahro, Lajnah Bahtsul Masail 1926-1999, Tradisi Intelektual NU (Yogyakarta: LkiS Yogyakarta, 2004).
M. Imdadun Rahmat, Kritik nalar Fiqih NU (Jakarta: Lakpesdam, 2002).
Departemen Agama RI, Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah: Pertumbuhan dan Perkembangannya (Jakarta: tp, 2003).
Imam Yahya, Dinamika Ijtihad NU, (Semarang: Walisongo Press, 2009).
M. Ridwan Qoyyun Sa’id, Rahasia Sukses Fuqoha (Kediri: Mitra Gayatri, 2006).
Mustaqim, Psikologi Pendidikan (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 2008).
Umi Chulsum, dkk, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Surabaya: Kashiko,2006), hlm. 396.
Linda Zakiah Dan Ika Lestari, Berpikir Kritis Dalam Konteks Pembelajaran (Bogor: Erzatama Karya Abadi, 2019).
Ifada Novikasari, “Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik melalui Pembelajaran Matematika Open-ended di Sekolah Dasar”, Jurnal Insania, Vol.14, No. 2, 2009.
Eline B. Johnson, Contextual Teaching dan Learning (Bandung,: Penerbit Kaifa, 2002), hlm. 192.
Widjajanti Mulyono Santoso, Ilmu Sosial di Indonesia:Perkembangan dan Tantangan (Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016), hlm. 194.
Lexy Moeloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2004).
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-ilmu Sosial lainnya, (Jakarta: Prenada Media Group, 2009).
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2002).
.S. Nasution, Metode Research, (Bandung: JEMMARS, 1988).
.Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, (Yogyakarta: Andi Offset, 1993).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Imam Tabroni, Fuadi, Dahlan Haryadi, Gufron, Imamuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Journal of Practice Learning and Educational Development is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. This permits anyone to copy, redistribute, remix, transmit and adapt the work provided the original work and source is appropriately cited.










