Pelatihan dan Pendampingan Community Based Tourism bagi Pemuda dalam Pengembagan Desa Wisata Korong Wonorejo Kabupaten Solok Selatan
Keywords:
community based tourism; desa wisata; pemberdayaan masyarakat; solok selatan; pelatihanAbstract
Solusi pembangunan dengan pola bottom up semacam ini, dapat menjadikan masyarakat desa sebagai pilar utama pembangunan daerah. Kunci utamanya adalah mendidik dan menyadarkan masyarakat sebagai subyek utama pembangunan. Hal ini mengubah paradigma lama pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai obyek. Hadirnya konsep Community Based Tourism (CBT) adalah konsep yang tepat digunakan dalam percepatan pembangunan daerah di skala mikro. Khususnya di Desa Wisata Korong Wonorejo Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. Pengembang program terlibat secara langsung membantu Komunitas “Gadabak!” dalam pengembangan pariwisata di daerah mereka, sekaligus mendukung aksi yang telah dilakukan oleh Komunitas “Gadabak!”. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) berkurangnya jumlah kader relawan wisata; (2) keterbatasan pengetahuan dan keterampilan; (3) kurangnya kemampuan membuat proposal; (4) rendahnya kesadaran atas keunikan; (5) kurangnya keramahtamahan (hospitality); (6) kurangnya infrastruktur; dan (7) kurangnya publikasi dan promosi. Sebagai solusi dari permasalahan mitra tersebut dilakukan upaya berikut: (1) pelatihan pengelolaan desa wisata; (2) pelatihan pengorganisasian desa wisata; (3) pelatihan hospitality; (4) pelatihan rekrutmen dan pengkaderan; (5) penyuluhan kepada masyarakat tentang partisipasi pembangunan; dan (6) sarasehan dengan unsur pemerintahan.
References
Akbar, Erik Ifansya. (2021). Produksi Kopi Solok Selatan Bakal Booming Dengan Bantuan Benih dan Pupuk. Https://Sumbar.Antaranews.Com. https://sumbar.antaranews.com/berita/420582/produksi-kopi-solok-selatan-bakal-booming-dengan-bantuan-benih-dan-pupuk
Akbar, Erik Ifansyah. (2018). Pemkab Solok Selatan Salurkan 40 Ribu Batang Bibit Kopi Arabika. Https://Sumbar.Antaranews.Com. https://sumbar.antaranews.com/berita/225517/pemkab-solok-selatan-salurkan-40-ribu-batang-bibit-kopi-arabika
Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok Selatan. (2021). Tabel Statistik. https://solokselatankab.bps.go.id/
Binatari, N., & Latip, A. (2019). Coffee prices behavior in the Indonesian market and its implication to derivatives pricing. Journal of Physics: Conference Series, 1320(1), 0–8. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1320/1/012023
Nugroho, A. (2014). The Impact of Food Safety Standard on Indonesia’s Coffee Exports. Procedia Environmental Sciences, 20, 425–433. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2014.03.054
Rosiana, N., Nurmalina, R., Winandi, R., & Rifin, A. (2017). Efficiency Analysis of Indonesian Coffee Supply Chain Network Using A New DEA Model Approach: Literature Review. Asian Social Science, 13(9), 158. https://doi.org/10.5539/ass.v13n9p158
Rosiana, N., Nurmalina, R., Winandi, R., & Rifin, A. (2018). Dynamics of Indonesian Robusta Coffee Competition Among Major Competitor Countries. Jurnal Tanaman Industri Dan Penyegar, 5(1), 1. https://doi.org/10.21082/jtidp.v5n1.2018.p1-10
Yulistriani, Y., Yaherwandi, Y., & Paloma, C. (2019). Coffee Development Roadmap In Solok Selatan District. Jurnal AGRISEP Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 18(2), 279–288. https://doi.org/10.31186/agrisep.18.2.279-288
Y. Yulistriani, Y. Yaherwandi, and C. Paloma, “Coffee Development Roadmap In Solok Selatan District,” J. AGRISEP Kaji. Masal. Sos. Ekon. Pertan. dan Agribisnis, vol. 18, no. 2, pp. 279–288, 2019, doi: 10.31186/agrisep.18.2.279-288.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Solok Selatan 2012-2032. Padang Aro: Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, 2012.
R. Pradana, “Secercah Cahaya untuk Sudut Barat Sumatera (Bagian 1),” Indonesian Instute for Energy Economics, 2018. https://iiee.or.id/2018/07/13/secercah-cahaya-untuk-sudut-barat-sumatera/.
Komunitas Indonesia, “Direktori Komunitas,” https://komunita.id, 2021. https://komunita.id/listing/ketjil-bergerak/.
T. López-Guzmán, S. Sánchez-Cañizares, and V. Pavón, “Community - based tourism in developing countries: A case study,” Tourismos, vol. 6, no. 1, pp. 69–84, 2011.
P. I. Rahmawati and N. Wijana, “Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Dan Pendampingan Penataan Homestay Dan Objek Daya Tarik Wisata Di Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng, Bali,” in Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, 2019, vol. 4, pp. 252–263.
D. Kusiawati, “Pendidikan Luar Sekolah , Universitas Pendidikan Indonesia Pendidikan Luar Sekolah , Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Malang,” Pemberdaya. Masy., vol. 2, no. 1, pp. 59–72, 2017.
A. E. Trisnawati, H. Wahyono, and C. Wardoyo, “Pengembangan Desa Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal,” J. Pendidik. Teor. Penelitian, dan Pengemb., vol. 3, no. 1, pp. 29–33, 2018, [Online]. Available: http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/.
S. E. Nurhidayati, “Community Based Tourism _CBT_.pdf,” 1987, [Online]. Available: http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/Community Based Tourism _CBT_.pdf.
The ASEAN Secretariat, Asean Community Based. 2016.
Musyafa’ah, L., Hardika, & A. (2022). Designing Entrepreneurship Skills for the Future Life of People with Down Syndrome at LKP Quali International Surabaya. SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 10(4), 588–598.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Melsa Faradillah, Endang Sri Rejeki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0








